Showing posts with label Cerpen. Show all posts
Showing posts with label Cerpen. Show all posts

Thursday, March 14, 2013

Kumpulan Cerpen Cinta Romantis Terbaru 2013

Cerpen Cinta Romantis 2013 - Kali ini update sekumpulan koleksi Cerpen Cinta Romantis 2013 , Cinta ? apa itu cinta ?

Cinta adalah sebuah perasaan yang diberikan oleh Tuhan pada sepasang manusia untuk saling…. (saling mencintai, saling memiliki, saling memenuhi, saling pengertian dll). Cinta itu sendiri sama sekali tidak dapat dipaksakan, cinta hanya dapat brjalan apabila ke-2 belah phiak melakukan “saling” tersebut… cinta tidak dapat berjalan apabila mereka mementingkan diri sendiri. Karena dalam berhubungan, pasangan kita pasti menginginkan suatu perhatian lebih dan itu hanya bisa di dapat dari pengertian pasangannya.

Cinta adalah memberikan kasih sayang bukannya rantai. Cinta juga tidak bisa dipaksakan dan datangnya pun kadang secara tidak di sengaja. CInta indah namun kepedihan yang ditinggalkannya kadang berlangsung lebih lama dari cinta itu sendiri. Batas cinta dan benci juga amat tipis tapi dengan cinta dunia yang kita jalani serasa lebih ringan.
SELENGKAPNYA di APA ITU CINTA ?
contoh ucapan selamat juga punya kumpulan koleksi Cerpen Lainnya , alangkah baiknya baca juga : Cerpen Lucu 2013 , itu koleksi Cerpen contoh ucapan selamat juga, okelah kalo penasaran pengen liat Cerpen Cinta Romantis dan mungkin juga Cerpen Cinta Romantis ini bisa dijadikan motivasi, atau contoh di sekolah yang mempunyai tugas :)
Cerpen Cinta Romantis
Kumpulan Cerpen Cinta Romantis
CERPEN CINTA ROMANTIS TERBARU  2013

1. Hujanmu menghujamku
Karya : Elmar Anugerah
Hujan,
Aku dan dia adalah insan dalam satu barisan.
Aku bergaris dia begitupun katanya.
Kau datang membawa hasrat rindu sedang terbang jadi randu...Baca Selengkapnya..

2. KISAH ARYA DAN REA
Karya : karina maulidya
Jumat pagi….Rea menjalani aktivitasnya seperti biasa.berangkat sekolah dengan Arya,Belahan jiwanya.Di sekolahpun Rea belajar sebagaimana mestinya.Dan seperti biasa pula,sepulang sekolah,Rea bersama Arya ada Kegiatan Sekolah,dan tanpa sengaja,mereka ditugaskan di tempat yang sama....Baca Selengkapnya...
3. Pelangi Cinta
Karya : Utari Usmawati
    Pagi yang begitu dingin membuatku enggan membuka mata untuk beranjak dari tempat tidurku dan selimut tebal yang membuatku begitu hangat. Sang Matahari tidak menyapaku pagi ini, sebagai gantinya gumpalan awan gelap menyelimuti langit di pagi yang indah ini. ..Baca Selengkapnya...
4. Basketball with love
Karya : Lucy Aisy
 Disebuah pemakaman tampak seorang gadis sedang terdiam di sebelah sebuah makam,tak lama gadis itu mulai berdiri dan beranjak pergi meninggalkan pemakaman sepi itu....Baca Selengkapnya...
5. Abadi Cintaku
Karya : meviani murtiningsih
Aku memang pernah bermimpi dan mimpiku itu bersamamu. Aku memang pernah meminta dan yang aku minta adalah kamu. Aku juga ingin mencintai dan yang inginku cintai itu kamu. Berjuta-juta lelaki didunia ini tapi hanya kamu yang membuatku begini. ...Baca Selengkapnya...
6. Antara Aku, Kamu dan Dia
karya : Ayank Iratu
Harapan palsu yang kau berikan kepadaku kita menjadi bumerang diantara kita. Kenapa kau tega melakukan hal itu kepadaku yang baru saja memberanikan diri untuk membuka hatiku untuk memadu kasih...Baca Selengkapnya...
7. Bunga yang Telah Layu Hingga Kini Kembali Subur
Karya : Media perianti
   Dengang langkah cepat aku kembali menelusuri lorong menuju kelas baruku hamper tak satu pun maklhuk yang tampak….tentu saja bel masuk telah berbunyi 10 menit yang lalu,gara-gara nonton filem bagus tadi malam bangun jadi kesiangan dan akhirnya jadi terlambat...Baca Selengkapnya...

Koleksi Kumpulan Cerpen nya sudah komplit belum, kalo belom anda juga bisa sumbit Cerpen buatan anda ke blog ini kirim ke : mailnugrahanto@Gmail.com , oh ya jangan lupa share ke FACEBOOK - LIKE - TWEET - G+ jika postingan Kumpulan Cerpen Cinta Romantis ini bermanfaat bagi anda.

Monday, March 11, 2013

Cerpen Cinta Karya Silvia

Cerpen Cinta
Cerpen Cinta
Oleh : Silvia

Cerpen Cinta Karya Silvia
      Melamun bersama lagu Sheila On7 “ Buat Aku tersenyum” membuat aku terhanyut dalam suasana. Lamunan yang melayang jauh entah kemana, yang hanya tertuju pada satu jiwa yang telah berlabuh dihatiku. Jiwa yang akan menemaniku esok saat sendiri sepi seperti malam ini.
“Kring......Kring......Kring”
        Mendadak semua lamunan itu sirna dengan suara HP diatas kasurku. Suara hp yang memanggil-manggilku untuk segera mengangkat panggilan masuk. Telpon dari sebuah nomor asing yang tak aku kenal sebelumnya, ku hiraukan panggilan itu hingga berkali-kali, tapi tak kunjung berhenti juga suara hp-ku, hingga pikiranku berubah untuk mengangkat telponnya. Mungkin saja memang begitu penting.
“ hallo............”
        Serentak aku kaget mendengar suaranya, suara yang tak asing lagi di telingaku. Suara yang lama sekali tidak aku dengar semenjak aku memiliki kekasih baru yang akan menjadi suamiku. Hanya terdiam saat aku mendengarnya.
“hallo........” dengan suara gugup aku menjawab sapaannya
“Dina?” terdengar lagi suaranya memanggilku namaku
“Iya, ngapain telpon...?” jawabku dengan nada tinggi
“Kok cetus banget sich ngomongnya, emang kamu tahu siapa aku?” ngajak membuka pembicaraan.
“Udah dech gak perlu nyebutin nama, aku tahu kok siapa kamu. Ngapain telpon pakai nomer baru juga.!” Suaraku semakin tinggi
“pengen aja. Kangen sama kamu Din. Tau gak nomerku hilang, tapi cuma nomer kamu yang ada di ingatanku. Makanya aku sengaja telpon kamu, tapi malah kamunya jutek banget sich sekarang”. Mulai dech Adit ngrayu mencoba buat aku mau ngomong.
       Setelah sekian lama menghilang tanpa kabar, tiba-tiba ingin lagi datang. Dengan hati yang tak karu-karuan aku tetap dengan sabar mendengarkan omongannya. Sekaligus aku ungkapkan semua apa yang aku rasakan sebelumnya. Berharap unek-unek yang kupendam terbongkar semua dan aku benar-benar telah menghapus bayangnya dari dalam diriku. Sejenak aku terdiam, dan Adit terus berbicara tanpa henti.
“Din, kamu beneran mau nikah ya? Kok tega banget sich kamu sama aku. Aku tuch sayang banget sama kamu tapi kamunya gitu dengan mudah mencari yang lain selama aku pergi. Padahal aku jauh-jauh kesini ya cuma buat kamu nantinya kalo aku pulang”. Dengan nada yang sedikit kecewa adit mengungkapkan hal itu.
“Kamu gak usah sok-sokan pasang tampang kasihan gitu dech, aku juga dah tau kok kalo kamu juga distu udah punya tunangan, dan besok kamu pulang juga buat ngelangsungin acara pernikahannya. Jadi gak usah dech ngomongin hubungan kita lagi. Toh emang dari dulu kita juga gak pernah punya hubungan apa-apa kan?, pacaran juga belum pernah, sekedar teman juga gak.” Aku mencoba tuk menahan emosiku yang telah lama ada dalam hatiku.
Adit mengambil bicara untuk meluruskan apa yang aku sampaikan itu gak benar.
“Aku tuch kaget tau dengar kamu mau nikah, makanya tanpa berpikir panjang aku mutusin buat ngelamar cewek yang selama aku ada disini selalu disampingnku.”
“Itulah yang aku gak suka dari kamu, katanya bilang sayang sama aku. Tapi apa? Cuma omong kosong yang gak ada realitanya, kalo orang beneran sayang tuch gak mungkin pergi gitu aja tanpa kabar. Asal kamu tahu aku udah gak ingat kamu lagi kalo kamu gak telpon aku sekarang ini.” semakin panjang pula aku ngomongnya.
“Din jahat banget sich kamu” adit kembali merengek.
         “Kamu yang jahat tahu. Dimana aja kamu selama ini? Gak pernah nyadar apa jadi orang, emang dulu aku akui kalo aku begitu sayang sama kamu, saat kita jalan aku selalu berharap ada kata-kata yang akan kamu ungkapin buat aku. Tapi apa? Cuma angin doank.” Semakin kesal aku ngomong dengannya, tapi masih aku teruskan perbincangan itu.
          “Din kalo aku masih sayang sama kamu, kamu mau gak jadi isteri aku?” Adit melontarkan kata-kata yang gak aku tahu maksudnya. Cuma gombalan semata apa benar-benar Adit masih mengharapkanku.
“Gak” jawabku singkat.
          “Kenapa Din? Kamu beneran mau nikah ya? Kalo kamu mau nerima aku, hari ini juga aku bakalan pulang, dan aku akan menemui kedua orangtuamu. Aku akan batalin pernikahanku dengan calonku.” Adit terus berusaha tuk meyakinkanku.
     “Terlambat tahu!!!!!!kamu jadi cowok tuch gak punya perasaan banget sich, dimana otakmu. Kamu udah punya tungangan. Dan aku juga begitu. Semua udah aku persiapkan, termasuk hati aku. Aku udah nganggap kalo kita gak pernah kenal. Jadi mulai sekarang aku harap kamu lupakan aku, dan hiduplah dengan calon isterimu itu tanpa bayanganku”.
      Aku mencoba untuk mengambil bicara agar berakhir pembicaraan kita berdua, tapi hatiku masih ingin ngomong dengan lebih jelas dan sopan kepada Adit. Berharap agar Adit bisa terima dengan keadaan yang sesungguhnya, dan aku juga bisa menjalani hidup aku tanpa ada lagi bayang-bayang dirinya. Walaupun saat ini aku berstatus akan menjadi isteri orang tapi tak bisa dipungkiri kadang masa lalu datang pada waktu yang tidak tepat dan hanya akan menggoyahkan niat hati yang sudah diputuskan. Oleh karena itu, aku sebisa mungkin tidak terjebak dalam perbincangan kita berdua. Aku mencoba untuk menjelaskannya secara dewasa.
“Adit, udahlah gak usah kamu ngomong gitu. Besok bulan depan aku akan melangsungkan acara akad pernikahanku, mungkin ini terakhir kali kita ngobrol. Dan selamat ya buat kamu yang akan melangsungakan juga pernikahanmu sebelum tanggal pernikahanku”. Aku hanya mengisyaratkan agar Adit mau mengerti.
“Din, beneran dech aku lebih sayang sama kamu daripada sama calon isteriku, aku mohon Din batalkan acara pernikahanmu itu. Nikahlah denganku! Aku akan ngasih apapun yang kamu minta. Apa kamu tega sama calon isteriku, dia cuma jadi pelampiasanku atas kekecewaanku padamu”. Adit berbicara dengan terisak sedikit tangis yang ku dengar.
“Kita udah dewasa Dit, langkah apa yang harus kita ambil udah menghadang di depan mata kita. Mungkin ini jalan terbaik untuk aku dan kamu. Kita melangkah sendiri-sendiri bersama pasangan masing-masing. Semoga kamu paham” ocehanku yang begitu panjang mengakhiri telpon itu sebelum ku dengar kembali suara Adit.
       Harapan palsu yang pernah kamu berikan padaku hanya menjadi bumerang untuk dirimu sendiri. Dulu kamu selalu tega mengombang-ambingkan perasaanku yang semakin lama semakin mengharapakanmu. Tapi kini saat kutelah memiliki orang lain, kau ingin hadir kembali dalam kehidupanku. Bukan aku yang menginginkan hal itu, tapi kamu yang membuatku untuk jauh melupakanmu. Terlalu banyak hal yang sering membuat aku sakit hati darimu, terlalu banyak air mataku yang jatuh pula karena kamu.
24 Oktober, hari dimana akad pernikahanmu dilangsungkan. Tak ada sedikitpun rasa kecewa dihatiku. Tak kan ada isak tangis yang keluar dari bibirku mendengar kabar pernikahanmu itu. Karena aku memang telah lama menganggap tak pernah mengenalmu, dan tanggal 7 November aku juga akan melangsungkan pernikahanku. Jauh-jauh hari aku mempersiapkan semua demi kelancaran acaraku.
Allah itu maha adil, Dia menciptakan seseorang untuk aku dan kamu dalam waktu yang bisa dibilang bersamaan. Itu artinya Allah tidak menginginkan adanya kesedihan yang membuat salah satu dari kita sedih terpaku sendiri. Allah memberiku kebahagian dan Allah juga mendatangkan kebahagaian itu pula untukmu.

=====*****=====

|T|H|A|N|K|'S| |F|O|R| |R|E|A|D|I|N|G|

Itulah Cerpen Dari  Silvia

Profil Penulis

Nama : Silvia
Alamat : Wonosobo, Jawa Tengah
Email : candle_link@yahoo.com


Punya Cerpen Juga Atau Puisi silahkan kirim ke blog ini dengan menuju link Kirim Tulisanku

Thursday, February 28, 2013

Cerpen Cinta - Hujanmu menghujamku

Cerpen Cinta - Hujanmu menghujamku
Oleh : Elmar Anugerah

Cerpen Sedih Elmar Anugerah

      Hujanmu menghujamku
Hujan,
Aku dan dia adalah insan dalam satu barisan.
Aku bergaris dia begitupun katanya.
Kau datang membawa hasrat rindu sedang terbang jadi randu.
***
Memang tak dapat ku elakkan lagi benakku terlanjur beranak parasmu. Semakin ku kembangkan lagi tarikan sudut bibirku saat itu. Dalam malam aku tuahkan sebutanmu sampai larut aku pejamkan tetap sama. Dia bersama waktu terus menghabis dengan peristiwa-peristiwa yang terekam selama 5 tahun menyalin sebuah jalin. Tapi entah halang bagiku kelak, hanya harap semakin kuat membawanya bersama duduk berikrar. Aku bergeming. Esok saat mentari mulai beranjak dari singgahannya akan kubuang rindu hati dalam ruang. Lalu terpejam.

sinar menyorot tajam dari sudut kaca jendelaku yang terbuka lebar dari tirainya lalu cepat  terhalau kedua telapak tanganku membenahkan penyinaran yang terlalu mengeksposku . Aku masih terbungkus rapih dengan selimutku berdiam sebentar melirik sedikit ke sudut meja yang berkedip. Terjelengkat duduk sembari  menyerngit segurat senyum setelah membaca notif BBM-ku.

Sekilas kupikirkan yang tak pernah terpikirkan, dia adalah kilasanku, selama aku menjalin apa yang ku nilai terhadapnya berbeda dengan notif yang ku tatap intens saat ini, tidak pernah dia merindu sampai kabar terdengar sebelum aku. Bahkan hujan sebelum terlelap aku baru melotarkan sebutanmu. Mungkin debit sayangnya bertambah tinggi berenda rindu yang bergulir dari waktu ke waktu.

“aku menunggumu.’’   Segera ku balas.

 ***

Malam mengahampar luas di altar langit dengan bintik-bintik berkilau yang menghamburnya, terabasan ombak berkejap-kejap memecah hening. semilir angin laut terus menghempas dingin sampai tulang rusuk hingga mendesir darahku. Pada hamparan pasir pantai sundak aku duduk menekuk lutut sampai tangan berpangku bahu terhadapku. Aku kira amora, padahal memang amora. Langsung mensejajari posisi singgahku.

Sekarang hening yang memecah riak ombak. Seperti baru saling mengenal terus mendalami keheningan. Sampai tidak terasa telah menyandarkan kepala. Berdua saling mengkhusukkan tatapan pada laut yang mengalunkan sebuah nada. Sebutanku hanya dijawab senandung sederhana.

“hmm?’’

“ada apa?’’ pertanyaanku direnggutnya kembali dalam diam. Malah seperti pertanyaan yang berbalik menghujamku. Aku semakin terjelma dalam keraguan. Lalu mencoba mencengkram kuat jemarinya.

“mas, aku minta putus.’’

Terngiang jelas di telingaku. Sontak mataku membulat. Aku benar-benar tidak memikirkan apa yang seharusnya aku pikirkan. Mungkin ruangnya tidak dapat menampung banyak debit kerinduan yang melumer atau ini bentuk luapan kerinduan yang membuncah?  Ku kira kita dapat menjadi kata. Tapi salah!

“ kenapa ra ?’’ timpalku tidak percaya.

Aku merengkuh bahunya terus menatap intens sampai manik matanya kini mulai berair.

“pesawatku take off pukul 08.15 aku menunggumu, aku harap kau mengantarku.’’ Kalimatnya lalu tangan membekap mulut menahan luapan tangisnya.

Sungguh aku tidak menduga garis ini. Dadaku serasa teriris tipis-tipis dengan sembilu paling tajam. Luka disana kian asin oleh angin laut yang mendesir lembut namun menyeretku dalam kerapuhan. Lidahku  kelu, tubuhku kaku, hatiku membeku. Detik demi detik menjadi menit dari menit ke menit hingga berjam-jam bahkan hampir setiap hari sampai 5 tahun lamanya hubunganku dapat kandas sia-sia bertukar asa.

Kini diam telah merenggut kehangatan. Berhadap ku kuatkan untuk menopang, melihat mata yang kini sayu terus merunduk  tak mampu membalas tatapan mataku. Lembar yang telah melebur bercampur isak merasuk dalam hati melumpuhkan olah pikirku. Belum sempat aku mengatakan sesuatu tapaknya meninggalkan jejak padaku.

aku mencoba menahannya ya aku sangat menjaganya, kutarik nafas dalam-dalam lalu aku hembuskan perlahan  namun nihil aku tidak bisa membendungnya, bulir-bulir air mataku jatuh, aku menangis sejadi-jadinya, jari-jemariku mengepal banyak butir pasir sekelilingku. Tak tahan aku ingin melepasnya, teriakan yang mampu mengurangi  kerapuhanku. Lalu dengan keras aku luapkan kemarahanku memecahkan keluh labuh dalam dadaku.

***
Pagi ini matahari tak melihatkan mentarinya. Berselimut hitam tebal bersama air yang bercucuran dengan derasnya. Tampaknya lembab seperti sembab pada mataku. Nampaknya semalam aku bermimpi buruk.
PING!! Terkesiap aku membaca pemberitahuan BBM-ku, malah aku mendengus kesal  pasalnya yang muncul hanya pesan tidak penting. Dia yang ku harapkan malah kabar bertiup entah kemana rimbanya.
Masih menunggu entah apa yang pasti. Sempat terhempas sebersit kecewa berdominan asa semakin meragukan langkah tidak melakukan tingkah. Kusakukan kembali ponselku lantas menekuri kesedihan yang kian jadi. Aku terkekeh saat menoreh pada detik yang berdinding, langsung mencari tapak yang dia jejakkan tanpa memperdulikan pakaian yang kukenakan tanpa memperdulikan derasnya hujan yang mengguyur.

Aku melaju dengan kecepatan melebihi rata-rata . Aku mengejar waktu tanpa memperdulikan keselamatanku, mencoba menahan langkahnya agar tingkah tidak jauh disana. Kembali kebahagiaan tidak memihak padaku, aku menghubungi ponselnya tapi tidak ada jawaban, message aku pun tidak dibalasnya, BBM-nya tidak aktif. Pikiranku kacau kulampiaskan pada pedal gas mobilku mempercepat kelajuan. Tiba lampu LED berkedip lalu bergegas membaca mention yang masuk pada account-ku.

‘’penerbangan Chicago.’’

Harapanku menipis terlekang waktu. Kumohon aku hanya ingin menjamah tangannya untuk terakhir ini, jika tidak aku harap dapat melihatnya melontarkan senyum sebagai salam perpisahan bagitupun aku. Sayang aku terlambat mencerna isi hatiku. Sedikit mengerang menahan sakit lantaran hantaman keras pada kepalanku.

***
Tiba pada Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta. Aku terus berlari sambil melihat sekelilingku. Tangan ku meremas di bagian dada dengan simbah air yang terus mengalir lewat celah bibirku. Berulang  menyebut kata Chicago  sambil menunjuk pada papan informasi penerbangan. hingga mendapatkannya kembali berlari mengejar waktu 5 menit. aku terus berpacu kencang menuju terminal D2 keberangkatan luar negeri.

senandung syahdu dari dadaku berdetak sangat kencang bak genderam mau perang. Agak merukukkan badanku dan mengatur nafasku sebentar . Sampai tatapanku sudah tak asing lagi pada langkah lamban gadis berkeperawakan tinggi dengan rambut menjuntai sebahu lalu berteriak lantang untuk menghentikan asumsinya. Gerak tubuhku di tahan sangat kuat saat aku memaksa ingin menerobos. Ketakutanku semakin melonjak melihatnya memasang headset pada telinganya lalu mengacuhkan histerisku dan semakin berlalu dari jauh pandangku.

Jejak-jejak resah aku tapaki merekahkan amarah yang menggeram. Tidak berhasil meredam gejolak di ulu hatiku. Aku berjalan gontai pada padang luas kemudian melemas hingga tak kuasa menopang berdiriku. Aku diterpa cerita yang menuntut derita. Pada luas apa bulir ini ku tadahkan, Pada lapang apa kepala ini ku sandarkan! Aku terus menghanyut dalam isak seketika ambruk serempak pada deras yang kembali mengguyur.

Hujan, hadirmu membasahi alamku
Debitmu berduyun membawa aliran tangis deras
Lewat sela mataku
Isak tak dapat ku bekap
Sesal terus menghujam
Kepal tak dapat ku eratkan lagi
Lutut hanya bersimpuh pada luas sekelilingku. Aku bergeming.

lampu LED kembali berkedip mengisyaratkanku segera membaca pemberitahuan yang ternyata hanyalah Broadcast message yang berbunyi :

"kau penunda suka menunda makalah sesal tak pernah tertunda."
Profil Tentang Penulis: Assalamualaikum WR. WB.

Hai teman-teman. Namaku Dahlil tiyas prabandari, aku duduk dibangku kelas x-1 SMAN4 Kab. Tangerang. Hobiku banyak salah satunya menulis saat senggang dan membaca sebagai informasi dan pelengkap bahan menulisku.

awalnya tidak kemudian sangat. Berikut kutipannya :

sambil berkutik pada soal latihan pelajaran matematika yang merenggut sisi humorisku saat itu. aku memaku pandangan pada perkataan yang tertera di layar ponsel via message dan mendengus kesal menyebut kata dengan istilah "ALAY" kataku. pada awalnya aya tidak menanggapi istimewa pada buku-buku yang banyak bercerita
Kata-kata rumit dan merumitkan ditambah lagi saya sangat memojokkan pelajaran bahasa Indonesia sedari dulu. Menyudut pandangkan seseorang yang sangat menekuri bacaan dan terlihat menyeret dalam jurang pertapaan yang semakin terbuat mendalami setiap inci dr sekecap kata yang tertuang membuat saya terpekik melihatnya sekaligus mati penasaran pada apa yang tercerna dalam pikiran mereka setelah membaca sampai tak sedikit seseorang berpuas dengan gelak tawanya hingga situasi melanklonis sangat tercipta sampai tersedu-sedu. saat itu hanya kata
"apaan sih!" sambil menyimpan banyak pertanyaan. Tiba-tiba temanku bercerita apa yang dia bayangkan tentang beratus lembar yang dia lahap sendirian. Lalu menawarkan pedaku untuk lebih mengetahui apa yang dituturkannya. Aku terima saja untuk menjawab pertanyaan yang beranak tanya pada benakku.

Hanya melihat covernya saja saya mulai menyukai. Saya mulai asik melahap bab demi bab sambil membayangkan tokoh itu adalah aku. Tentu saja novel remaja tentang percintaan. Bagaimana aku tidak terlarut dalam sajak-sajak yang menyelamiku dalam-dalam dan terhanyut pada lembarnya. Karena sangat menikmati dengan sehari saja aku bisa menghabiskan tiap-tiap tebalnya.
Setelahnya rasa keinginan besarku yang ingin membuat berita melebihi cerita yang kubaca kali pertama.

Awalnya hanya waktu yang kukejar dengan kepercayaan diri yang melebihi batas tampung untuk menyelesaikan ceritaku yang sangat singkay bahkan bisa disebut cerkat (cerita singkat) kataku. Alhasil pemikiran yang tertuah menjadi tulisan kali pertamaku yang berintikan cinta sejati itu tidak membuat para pembaca (reader) berekspresi seperti yang kulihat pada reaksi temanku. Tentulah kegagalan sangat membuatku menyebut kata asa.

Dering ponsel yang bertanda message masuk kembali membuatkuMenggariskan senyum kecutku, pasalnya kembali pesan dengan kata yang kusebut "alay" lagi mendatangiku. Berikut dengan karya tulisnya yang dia share padaku sampai aku mengagumi karena tokoh memakai artis favorite-ku ditambah penggunaan EYD yang benar membuatku semakin tertakjub. Hanya kata
"apa aku bisa seperti itu bahkan lebih, lalu kapan?"

sudah sekitar satu bukan aku belajar merakit kata demi kata yang aku bisa. keadaan musim yang sudah memasuki musim penghujan aku berselimut pada gelap malam menatap derasnya air berembun pada kaca jendelaku kemudian terlintas aku mendapatkan inspirasi Membuat cerita dengan kata 'hujan' lalu kukembangkan sampai teman-temanku benar-benar terkesan membacanya walau aku tau masih banyak penulis proporsional diluar sana. Kini dengan tanggapan dr salah satu kawanku yang sangat positif dan membangun menjadikanku lebih semangat dalam menulis dan membaca.

Waktu memang sangatlah berharga setiap detiknya. Asalkan melakukan hal yang positif seperti hal-nya menulis maupun membaca kita dapan mengetahui banyak variasi inspirasi yang tertores jadi tulisan. Dengan membaca kita mengenal dunia dengan menulis maka dunia mengenal kita. Jadi tetaplah menulis
waktu memang sangatlah berharga di tiap detik putarnya. Asalkan melakukan hal positif seperti hal-nya menulis maupun membaca kita dapat mengetahui banyak variasi inspirasi yang tertores jadi tulisan. Dengan membaca kita dapat mengenal dunia begitupun dengan menulis maka dunia mengenal kiya. Jadi menulislah apa yang kamu pikirkan walau hanya satu kalimat. Menulis, menulis, dan menuslah !

|T|H|A|N|K|'S| |F|O|R| |R|E|A|D|I|N|G|

Itulah Cerpen Dari  Elmar Anugerah

Alamat facebook :
Dahliltyas@yahoo.co.id
Alamat rumah :
Kompek asrama 203 . Kota tanggerang.
Maksih banyaaaak.
Tyas ;)


Punya Cerpen Juga Atau Puisi silahkan kirim ke blog ini dengan menuju link Kirim Tulisanku

Thursday, February 21, 2013

Cerpen Sedih Karya Tya

Cerpen Sedih Karya Tya
Oleh : Tya

Cerpen Sedih Karya Tya

Cerpen Sedih Karya Tya

       waktu itu pagi" sekali aku bangun dengan mata yang masih terpejam, dan aku mengambil handphoneku dan aku sms pacarku sebut saja namanya rommy.
aku mengirim sms dengan panggiLan "sayang" tapi saat itu lama sekali balasan dari dia dan beberapa menit kemudian dia membalas smsku. tpi balasannya yang membuatku sedih dia memutuskan ku tanpa alasan yang tepat dan dia bilang sama aku kalo dia pngen sendiri dulu dan dia gak bisa kmbali lagi sama aku.
aku sempat meneteskan air mataku. tapi aku mencoba tegar karna aku menganggap itu semua hanyalah lelucon. tpi ternyata dia benar" pergi ninggalin aku sendiri. aku sempat berpikir kenapa dia seperty ini. apa saLahku ?
        sampai seminggu aku putus sama rommy. aku pilih buat internetan buka facebook. aku liat facebooknya dia. tenyata apa yang aku dapat membuat hatiku tercabik".
dia lebih memilih wanita lain dia komennya itu dia bilang sama wanita itu kalo dia sayang sama wanita itu. sakit rasanya . setelah itu ak liat facebooknya wanita itu. sebut saja namanya lia. aku benci sekali dengan wanita itu. karna dia suda merebut orang yang aku sayang. dan di tanggal 28 oktober 2012 rommy ngejar" wanita itu diam" di belakangku. dan saat itu pula aku sama rommy mmasih pacarn dan masih berhubungan.
hingga sampe aku sms ke semua kontak. dan yang balas cuma rommy. dia tanya sama aku.
via sms"
     "aku: suda pada tidurkah ?
      "rommy: belum. kenapa kamu belum tidur ?
      "aku: gapapa. belum ngantuk aja. kamu sendiri kenapa belum tidur ?
"rommy: sakit kepalaku ,
"aku: diminumin obat dong biar agak bkurang sakitnya .
"rommy: sudah. makasih ya
"aku: iya
"rommy: kamu jgan lupa makan ya. aku gag mau kamu sakit. dan aku juga gag bisa kembali sama kamu soalnya aku punya lagi dan cewe itu mantanku pas aku dismp. dan mungkin jodoh aja yang bisa ngebuat kita kembali. maapin aku ya.
"aku: iya . sayangin cewemu ya. dan semoga kamu bahagia sama dia .
"rommy: iya. makasih ya
"aku: ya. udah duLu ya aku gak mau smsan sama kamu lama" ntar pacar kamu marah lagi ..
"rommy: iya

         setelah itu aku gak ada smsan lagi sama dia. sakit banget rasanya dia bilang kyak gitu sama aku. aku syang banget sama dia. aku gak bisa ngelupain dia. sampe saat ini. gak terasa sudah 3 bulan aku putusan sama dia . tetap aja gak ada respon dari dia .
dan aku juga suda memulai prakerin di perusahaan TotaL.
waktu itu aku disuru pulang cepat sama pembimbingku disana karna cuacanya mau hujan. trus pas aku udah sampe di lapangan poni mau cari angkot lagi tapi gadda juga angkot yang lewat. eh malah hujan deres banget lagi. aku bingung mau pulang kyak mana. nah gak lama rommy datang. aku berpikir sesaat apakah aku melamun kok tiba" dia ada di depan mataku. ternyata itu nyata bukan mimpi. dia nanya sama aku .
"rommy: kamu baru pulangkah ?
"aku: iya.
"rommy: ayo suda pulang sama aku .
"aku: gag usah. makasih
"rommy: ayo suda.
       yasuda aku ikut pulang sma dia waktu itu. daripada gak bisa puLang. pas dijalan aku kehujanan sama" dia. dia nagsih jaket ke aku. dia bialng keg gini " pake jaketnya ntar bajumu basah besokkan masih dipake lagi. trus aku bilang "iya nti kering juga kok " :)
pas smpe diruma gak lupa aku mengucapkan kata terima kasihku sama dia. :)
aku seneng banget 3 bulan gag ketemu meski satu sekolah akhirnya aku biisa bersandar ditubuhnya meski hanya sesaat. dan bahgiaku juga sesaat. :(
dan besoknya aku laporan ke sekolah. pas uda nyampe aku uda liat rommy. start duluan disana. aku bingung maw kemna ke kantin atau ke kantor. ya aku putuskan buat kekantor. awalnya cuek doang. gak lama aku barengan teman" ku ke kantor buat nemuin guru pembimbing masing". eh aku ngerasa rommy nyolek aku. trus dia juga negur aku. hati seneng banget rasanya.
tapi kenpa hari minggu sorenya aku liat dia sma pacarnya lewat depan mataku. aku langsung lari kedalam malah nangis. karna gak tahan ngersakan sakit hatiku ini.
dan juga aku takpunya teman satupun disekolah entah slahku apa kau dijauhin sma mereka. tapi tak apalah. semoga itu yang terbaik buat mereka, susah memang nyari sahabat yang baik. yang slalu ada disaat aku susah senang jadi aku bisa berbagi sama seorang shabat. tpi aku rasa tidak ada sahabat seperti itu dikota ini. bilangin orang munapik padahal dirinya munapik !
tapi gapapa aku akan tersenyum akan hadirnya rommy. supaya dia tahu kalo aku baik" aja. meskipun dia gaktau kalo aku sakit karnanya.
aku hanya berharap yang terbaik untukmu kok rommy .. semoga hari"mu di penuhi dengan kebahagiaan tanpa aku. :-<

#miss you ^_^


|T|H|A|N|K|'S| |F|O|R| |R|E|A|D|I|N|G|

Itulah Cerpen Dari  Tya 
nama: tya
TTL: balikapapn. 06 november 1996
alamat: balikpapan.

Punya Cerpen Juga Atau Puisi silahkan kirim ke blog ini dengan menuju link Kirim Tulisanku

Tuesday, February 19, 2013

Cerpen Remaja Cinta : KISAH ARYA DAN REA

KISAH ARYA DAN REA 
Oleh : karina maulidya

Cerpen Remaja Cinta

KISAH ARYA DAN REA
Jumat pagi….Rea menjalani aktivitasnya seperti biasa.berangkat sekolah dengan Arya,Belahan jiwanya.Di sekolahpun Rea belajar sebagaimana mestinya.Dan seperti biasa pula,sepulang sekolah,Rea bersama Arya ada Kegiatan Sekolah,dan tanpa sengaja,mereka ditugaskan di tempat yang sama.

“Rea,aku pulang dulu ya” Pamit Arya pada Rea.
“Lho…kok pulang Ya?Kan ada tugas di SMP..” Kata Rea sambil menatap Arya
“Ea..Aku ambil mtor dulu Reaku…”Kata Arya kemudian
“Ehm,,,iya dech.kalau gitu aku tunggu di rumah Aiyu iya.”Kata Rea
“O.K Cantikk….xixixixi” Kata Arya sambil berjalan menuju Jalan Raya
Rea menatap Arya dengan seksama.Dia seperti memikirkan sesuatu…Ya ,Benar.Rea memikirkan dan berharap,agar selamanya ia tetap dapat bersama Arya.Selama ini,Rea sudah sangat menyayangi Arya.Arya merupakan orang pertama yang membuat Rea benar-benar merasakan bahagianya cinta,dan membuat Rea percaya bahwa tidak semua laki-laki itu brengsek.

“memang Arya bukan pacar pertamaku,namun,dialah cinta pertamaku..”bisik Rea dalam Hati
Tanpa Rea sadari,ternyata Arya sudah pulang.Rea pun menuju rumah Aiyu.Di Rumah Aiyu,Rea bercerita panjang lebar kepada sahabatnya itu.Tiba-tiba HP Rea berbunyi.
By : Arya Prince

Rea,,,Rumah Aiyu yang mana?Aku dah sampai toko Graha .
Rea lngsung menelphone Arya ,,dan menuju Jalan Raya.
“Ay,,aku tunggu di tepi jalan,kmu jalan ke timur ja…”
Tidak berapa lama Arya pun datang dengan pakaian yang sangat rapi.
Setelah berpamitan pada Aiyu,mereka segera menuju tempat kegiatan.setelah sampai tempat kegiatan,Arya langsung menuju tempat panitia.Rea pun mengikuti Arya.Rea tersenyum melihat Arya.entah,saat itu Rea merasa sangat bahagia.
Setelah kegiatan Selesai,Arya dan Rea berpamitan untuk Pulang.Sebelum pulang Arya mengajak Rea mampir ke suatu tempat makan.
“Lho,Ay….Ngapain kita ke sini.?”Tanya Rea

“Ea Makan donk…masa’ mau mandi sich?xixixixi”kata Arya sambil menggandeng tangan Rea dan Mengajaknya masuk ke tempat makan itu.
Arya segera memesan makanan.Lalu mengajak Rea duduk.setelah Rea duduk,Arya menatap Rea ,Rea pun menjadi tersipu,saat Arya melihatnya.

“ich,pa’an sich…jangan lihat aku kaya’ gitu.takut..”kata Rea
“Hmmhh,diliat pacar ndiri kok takut.Aku sayang ma kamu Re…aishitteru…”kata Arya
Rea menatap mata Arya..tidak lama kemudian dia menunduk.
“aku juga sayang am kamu Ay…aku ingin kita teruz sama-sama”kata Rea dengan tetap menunduk…
Arya melihat Rea
“Re,,,kamu nangis???apa aku salah bicara?”kata Arya bingung
“nggak Ay…aku Cuma takut kamu pergi dari aku”jawab Rea
Belum sempat Arya menjawab,makanan pesanan mereka pun datang.Arya mengurungkan niatnya untuk menjawab ungkapan Rea.

“Udah,di makan dlu ya Re,,,”
Mereka pun makan dengan mata saling memandang..setelah selesai makan,tiba-tiba Arya memeluk Rea erat-erat.Rea terkejut,.
“Re,,,ini jawaban keraguan kamu….Aku gugkan pernah ninggalin kamu.aku janji.aku sayang sama kamu Re…Hati ini Cuma buat kamu.”Kata Arya
Rea hanya bias menangis.Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya.Cuaca saat itu pun membuat Rea semakin ingin terus bersama Arya.Rea meneteskan air matanya,Ia sangat terharu dan bahagia.
Arya memegang tangan Rea,dan berkata
“Aku akan tetap ada untuk kamu Re………………………Selamanya…”

Rea hanya bis tersenyum dan ia berbisik pada hatinya
“aku selalu sayang kamu Ay…semoga cinta kita akan tetap abadi…Tuhan aku mohon padamu,buatlah dia tetap bersamaku,aku sangat nyaman berada di dekatnya.Aku ttak ingin ia pergi jauh dariku.jangan buat dia berpaling dariku…”

Langit pun mulai cerah…Pelangi mulai Nampak pada langit yang indah.
Arya tetap memegang tangan Rea dan memeluknya erat-erat,sambil melihat indahnya Pelangi pada langit yang biru…………………

|T|H|A|N|K|'S| |F|O|R| |R|E|A|D|I|N|G|

Itulah Cerpen Dari  karina maulidya  dengan judul "KISAH ARYA DAN REA" .
Punya Cerpen Juga Atau Puisi silahkan kirim ke blog ini dengan menuju link Kirim Tulisanku
10out of 10 based on 41630 ratings. 1 user reviews.

Wednesday, February 13, 2013

Cerpen Cinta: Pelangi Cinta

Pelangi Cinta

                Pagi yang begitu dingin membuatku enggan membuka mata untuk beranjak dari tempat tidurku dan selimut tebal yang membuatku begitu hangat. Sang Matahari tidak menyapaku pagi ini, sebagai gantinya gumpalan awan gelap menyelimuti langit di pagi yang indah ini. Suatu pertanda kalau hari ini akan datang hujan sepanjang hari. Hal yang paling aku benci karena hujan membuat langit menjadi mendung sehingga aku tidak dapat melihat indahnya sinar mentari di pagi hari. "Santi, ayo cepat bangun sayang!" ujar ibu menyuruhku.
     Setelah berlari-larian mengejar bus dan berdesak-desakan dengan penumpang lainnya yang kebanyakan pelajar sepertiku akhirnya sampai juga di sekolah. Sambil terus berdoa dalam hati semoga hujan tidak turun agar aku tidak sial hari ini. Tanpa aku sadari pak Satpam yang sedang berdiri di Gerbang Sekolah menegurku. "Eh, Santi kamu telat lagi ya?" Sapanya sambil setengah menahan tawa melihatku terengah-engah. "Sudah tau nanya", Batinku. "Ya Pak", Jawabku singkat sambil tersenyum simpul. Kemudian aku melanjutkan perjalanan menuju ke kelas. Di tengah perjalan tiba-tiba aku bertemu dengan Pak Pri, Guru BK yang super galak di sekolah ini. Banyak murid yang membencinya, murid satu sekolah ini rata-rata membencinya dan tak mau berurusan dengan dia termasuk aku. Rasanya ingin sekali menghilang dari pada mesti berhadapan dengan Pak Pri. Tapi kenyataannya sudah terlambat karena Pak Pri kelihatannya memang sengaja menungguku. "Santi, Kamu cepat ikut ke ruang BK", Kata Pak Pri dengan wajah kaku. Hatiku berdebar begitu kencang, keringat dingin pun mengalir. Apa yang akan aku hadapi nanti di ruang BK. "Baik pak", jawabku pasrah sambil mengikutinya dari belakang.
     Sesampainya di kelas aku heran melihat Eni teman sebangkuku duduk dengan Arif. Sedangkan semua bangku telah terisi dan hanya satu bangku yang tersisa di sebelah Andre cowok super pendiam dan cuek. Meskipun dia tampan tapi melihat sikapnya yang begitu pendiam dan cuek membuatku merasa tidak nyaman jika berada di dekatnya. Sambil terus melotot ke arah Eni yang sedang asyik mengobrol dengan Arif aku berjalan menuju bangku yang kosong itu. Tambah lagi kesialanku hari ini. "San, maaf ya hari ini kamu duduk bareng Andre saja ya. Soalnya aku sudah dari tadi duduk sama Arif aku kira kamu gak masuk hari ini, tidak apa kan?" Tanya Eni setelah melihatku. Sebenarnya aku ingin marah padanya tapi setelah aku pikir mungkin ini emang salahku. "Ya sudah terserah kamu lah,"jawabku kepada Eni. "Terimakasih ya, Santi,” ucapnya seraya mencubit kedua pipiku sehingga aku pun meringis menahan sakit. "Tega banget sih, sakit tau,” kataku kepada Eni. Eni hanya tertawa melihat pipiku yang mulai memerah.
     Siang menjelang namun matahari tidak juga menampakan diri, sebaliknya butiran-butiran bening terus berjatuhan dari langit. Hujan memang pertanda buruk bagiku itulah sebabnya aku benci hujan. Aku menerima hukuman harus membersihkan ruang BK setelah pulang sekolah. Dengan terpaksa aku harus membersihkan ruang BK sendirian karena Eni ada les Fisika setelah pulang sekolah. Ruang BK memang tidak begitu luas, tapi karena jarang di bersihkan butuh usaha ekstra untuk membersihkannya. Setelah selesai membersihkan semuanya aku bergegas untuk segera pulang karena hujan sudah lumayan reda hanya tinggal gerimis kecil.
     Suasana sekolah setelah pulang sekolah begitu sepi dan sedikit mencekam, sehingga aku menuju ke luar gerbang sekolah dengan berlari. Di gerbang sekolah terlihat ada seseorang yang sedang duduk di atas motor. Setelah aku perhatikan ternyata cowok itu Andre. Mungkin dia sedang menunggu seseorang. Aku menjawab pertanyaanku sendiri.
     "Ngapain masih disini Ndre?"  Aku memberanikan diri untuk menghampirinya dan bertanya.
     "Ya, Nungguin Kamu lah. Aku udah satu jam lebih nungguin kamu disini,” ujar Andre.
     "Emangnya ada perlu apa sama aku?." Tanyaku kaget sekaligus penasaran.

    "Kita kan ada tugas Bahasa Indonesia yang dikumpulkan seminggu lagi. Jadi kita mesti cari materinya mulai dari sekarang. Mau tidak? Kalau tidak mau aku bisa cari sendiri." Jelasnya dengan nada ketus.
     "Oh ya, Aku lupa. Tapi cepet banget sih mau cari materinya sekarang. Lagian Bu Tini juga baru ngasih tugasnya tadi pagi. Gimana Kalau besok saja? Hari ini kan akan hujan." Jawabku mencari alasan untuk menolak ajakannya.
     "Ya sudah kalau tidak mau, aku bisa cari materinya sendiri," kata Andre yang terlihat sekali kalau dia kesal denganku.
     "Ya sudah deh, aku ikut. Tapi hujan nih." Aku terpaksa menyetujui ajakannya.

     "Terus?" Jawabnya cuek.

     "Ya masak mau ujan-ujanan sih?" Aku mulai kesal dengan sifat cueknya.

     "Ini pake jaket aku biar kamu gak kehujanan." Katanya sambil memberikan jaketnya kapadaku.

     "Terus kamu gimana?" Tanyaku merasa tidak enak.

     "Ach, tidak usah dipikirin" Dia pun menyalakan motornya dan aku pun segera naik. Ternyata dia baik juga. Batinku dalam hati sambil tersenyum sendiri. Hujanpun semakin deras, Andre memutuskan untuk berteduh di sebuah rumah makan. Kebetulan sekali karena perutku sudah begitu keroncongan. Rumah makan itu begitu unik karena di kelilingi oleh hamparan sawah. Suasananya pun begitu nyaman dan tidak terlalu ramai. Heran kenapa Andre bisa menemukan tempat sebagus ini. Kami duduk di lesehan karena dari situ bisa melihat pemandangan yang begitu indah.
     “Kamu pasti belum makan siang kan?" Tanya Andre. Aku heran kenapa dia bisa tahu. Apa dia mendengar perutku keroncongan.
    “Kita makan dulu sekalian nunggu hujannya reda, habis itu baru kita cari materi buatnya" Jelasnya panjang lebar.
     Aku hanya mengangguk mendengar penjelasan darinya itu. Kemudian dia mulai memesanmakanan dan aku pun idak mau ketinggalan. Tidak berapa lama setelah kami memesan, akhirnya pesanan itu datang. Aku langsung menyantap nasi dan ayam goreng yang tadi aku pesan itu dengan lahap. Tanpa aku sadari Andre melirik ke arahku dan tersenyum sendiri. Aku tidak pernah membayangkan akanmakan berdua bersama dia. Meskipun kita satu kelas tapi kita berdua tidak pernah bicara ataupun menyapa satu sama lain. Aku yang cenderung cerewet dan dia yang hanya berbicara jika itu perlu. Meskipun aku tidak pernah berbicara dengannya diam-diam aku selalu memperhatikannya. Ketika dia menuliskan rumus-rumus di papan tulis untuk setiap jawaban dari pertanyaan Pak Yanto atau ketika dia sedang mengajari seorang teman yang paham dengan pelajaran terentu. Pantas jika dia selalu mendapatkan juara kelas.
    "Makannya biasa aja bisa tidak sih. Tidak usah buru-buru gitu." Dia menegurku. Aku begitu kaget sehingga aku pun tersedak dan batuk-batuk. Dia pun segera menyodorkan air minum kepadaku.
     "Makanya kalau di bilangin itu jangan ngeyel." Dia menertawakanku. Aku begitu malu untuk menatapnya.
     "Siapa suruh kamu ngagetin aku. Aku kan lagi konsentrasi makan." Kataku kesal.
     "Habis ini kita kemana?" Tanyaku setelah selesai makan. Tampaknya hujan juga sudah mulai reda.
Andre hanya diam. Aku hampir kesal karena merasa di cuekin lagi olehnya
     "Coba kamu lihat kearah kanan kamu!" Dia menyuruhku dan aku pun menoleh dan mencari-cari apa yang di maksudkan Andre itu. Sampai aku melihat pemandangan yang luar biasa yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Sebuah pelangi melingkar di padang sawah, menambah keindahan ciptaan sang kuasa itu.
    "Ndre bagus banget" Ku ungkapkan kekagumanku tapi Indre lagi-lagi malah sibuk mengambil sesuatu dalam tasnya. Aku pun tak menghiraukannya dan kembali melihat pemandangan yang menakjubkan itu. Ketika aku menoleh ke arah Andre ternyata dia sudah siap mengambil foto dengan kameranya. "Sejak kapan anak itu suka sama fotograf?" Tanyaku pada diri sendiri.
    "Cepetan berdiri!" Suruhnya kepadaku.
Akupun berdiri kemudian dan dengan cepat dia mengambil fotoku. Aku di suruh bergaya semauku dan aku pun mengikutinya. Gak nyangka ternyata ada sisi lain yang aku tidak tau tentangnya. Sisi lain yang begitu menyenangkan dan nyaman. Hal itu membuatku semakin kagum dan menyukainya.
     "Selalu ada sesuatu yang indah di balik hujan. Makanya jangan jadikan hujan sebagai pertanda buruk atau kesialan." kata Andre.
Aku kaget kenapaAndre bisa tahu. Tapi, perkataannya menyadarkanku. Setelah melihat semua keindahan hari ini mungkin aku akan mulai menyukai hujan dan akan selalu menantikannya agar aku bisa melihat kembali pelangi setelah hujan reda.
     "Kenapa kamu bisa tahu kalau aku benci hujan?" Tanyaku penasaran. Dia hanya tersenyum mendengar pertanyaanku. Terasa getaran-getaran halus dalam hatiku melihat senyumannya. Kami pun melanjutkan perjalanan ke perpustakan kota untuk mencari materi untuk tugas. Dari semua kejadian yang aku alami, aku mendapat ide membuat materi yang bertema Hujan dan ternyata Andre tidak keberatan dengan usulku.

|T|H|A|N|K|'S| |F|O|R| |R|E|A|D|I|N|G|


Itulah Cerpen Dari Utari Usmawati dengan judul "Pelangi Cinta" .
Punya Cerpen Juga Atau Puisi silahkan kirim ke blog ini dengan menuju link Kirim Tulisanku
10out of 10 based on 41630 ratings. 1 user reviews.

Popular Posts